SBY: Tuduhan itu Fitnah dan Pembunuhan Karakter

medium_sby

“Saudara-saudara, hari ini Antasari mengeluarkan statement di Bareskrim Polri yang esensinya menuduh dan menyerang saya, merusak nama saya. Sebenarnya, sudah lama saya memperkirakan hal ini akan terjadi.

Sepertinya akan ada gerakan politik yang akan menggunakan Antasari untuk menyerang dan mendiskreditkan Pak SBY, itu saya dengar sudah cukup lama, barangkali sejak dua bulan yang lalu dan ternyata hal itu benar terjadi pada hari ini. Saya harus menyatakan bahwa tampaknya grasi Presiden Jokowi ada muatan politiknya sepertinya ada misi untuk menyerang dan merusak nama saya juga keluarga saya.

Serangan ini diluncuran dilancarkan satu hari sebelum pencoblosan Jakarta sulit untuk tidak mengatakan bahwa serangan fitnah dan pembunuhan karakter ini terkait langsung dengan Pilkada Jakarta. Tujuannya jelas sekali agar elektabilitas Agus Harimurti menurun dan kemudian kalah dalam pilkada. Tapi, tampaknya masih belum puas karena hari ini harus menghancurkan nama SBY di jam-jam terakhir sebelum pemungutan suara.

I have to say, politik itu kasar dan kurang berkeadaban, tak masuk di akal saya, naudzubillah. Sepertinya kekuasaan bisa berbuat apa saja, menindas yang lemah dan tidak berdaya.

Malam ini saya jawab dan saya klarifikasi tuduhan sadis Antasari bersamaan dengan hukum yang sudah saya tempuh hari ini. Juga sementara fitnah Antasari kepada keluarga saya yang lain akan juga dituntut secara hukum pada saatnya yang tepat nanti. Meskipun saya pesimis dan bisa-bisa keadilan saya tidak dapatkan, tapi saya percaya atas keadilan yang akan diberikan oleh Allah.

Saudara-saudara, Antasari menuduh saya sebagai inisiator dari kasus hukum yang tidak bersalah dan hanya menjadi korban. Dengan izin Allah, tuduhan itu sangat tidak benar, tuduhan itu tanpa dasar, tuduhan itu liar. Tidak ada niat, tidak ada pikiran, dan tidak ada pula tindakan saya untuk melakukan tindakan yang seolah-olah mengorbankan Antasari.

Kejahatan yang melibatkan Antasari itu tidak ada hubungannya dengan posisi dan jabatan saya dan juga posisi dan jabatan Antasari waktu itu. Untuk diingat, saudara-saudara rakyat Indonesia, saya tidak pernah menggunakan kekuasaan saya sebagai presiden untuk mencampuri penegak hukum untuk kepentingan politik saya. Saya, tidak pernah intervensi kepolisian, kejaksaan, dan majelis hakim sama sekali tidak dalam urusan dan kasus hukum Antasari.

Karenanya, saya berharap para penegak hukum bisa menggelar dan membuka kembali kasus Antasari. Saya tidak tahu bagaimana aturan hukumnya. Saya berharap ungkap semua fakta data dan kebenaran dengan gamblang.

sbyklarifikasi

Tolong para pendekar kebenaran dan keadilan cerita kebenaran apa adanya, jangan takut, semoga Bapak-Ibu para penegak hukum tidak tergoda dengan iming-iming jabatan uang, sehingga mengajarkan kebenaran biar rakyat Indonesia semua tahu apa yang terjadi atas almarhum Nasrudin.

Saya bertanya dalam hati, apakah memang tidak boleh Agus Harimurti Yudhoyono menggunakan hak konstitusionalnya untuk ikut dalam Pilkada Jakarta? Apakah memang seseorang harus dimenangkan dengan segala cara mutlak dan harga mati sehingga saingan kuatnya harus dihancurkan dengan cara-cara yang tidak satria dan tidak demokratis.

Saya punya keyakinan, saudara-saudara, apa yang dilakukan Antasari ini tidak mungkin tanpa restu dari kekuasaan para penguasa. Hati-hatilah dalam menggunakan kekuasaan, jangan bermain api, terbakar nanti. Ingatlah rakyat. Takutlah kepada Allah, kepada Tuhan yang Maha Kuasa.”(Hafil, Muhammad. 2017. SBY: Tuduhan itu Tidak Benar. Harian REPUBLIKA.  15 Februari. Halaman 2. Jakarta.).

Konfrensi pers SBY ini dilakukan di kediaman pribadinya, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan pada hari Selasa, 14 Februari 2017 sekitar pukul 22:00 WIB. Susilo Bambang Yudhoyono tampaknya sangat menyayangkan atas pernyataan Antasari yang menyudutkan dirinya beserta keluarganya. Pernyataan Antasari inipun ditengarai memiliki unsur balas dendam dan politik, karena pernyataan tersebut diluncurkan sehari sebelum pemungutan suara Pilkada Jakarta. Dimana pada hari sebelumnya pada saat debat final calon gubernur yang diselenggarakan pada 27 Januari 2017 kemarin, Antasari duduk di barisan pendukung Ahok-Djarot yang diusung PDIP. Serta ada kemungkinan Antasari akan bergabung dengan PDIP.

Tentu saja hal ini bisa dijadikan pelajaran bagi para politisi dan penguasa untuk lebih berhati-hati dalam bertindak. Masyarakat Indonesia mulai jeli dan pintar dalam menganalisa dunia perpolitikan Indonesia yang syarat dengan tindakan-tindakan yang kurang terpuji dan kesatria. Seharusnya mendidik rakyat Indonesia hendaknya dididik dengan cara yang baik dan tetap mengedepankan sikap yang fair dalam bersikap. Setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban kelak di akherat, marilah kita menjadi pemimpin yang baik bagi diri kita sendiri, maupun untuk orang lain. Be the wise leader, guys!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s